3/12/2012

Secangkir Duka

0

diluar sana kekeringan
mengamuk rubuhkkan pondasi waktu
Musim
tak lagi beralih
namun berkejar-kejaran
menjemput giliran

tak lagi kenal waktu
tak pula sadari jemu

disini kami mengulum lirih
namun masih akan kami syukuri
karena masih basah
walau hanya secangkir duka
tapi ini lebih berarti
pun daripada tidak sama sekali

>di kota mati! * Nawang Wulan<

0 komentar:

Posting Komentar